Komunikasi dengan rekan kerja yg sulit

Kerap kali ditemukan dalam dunia kerja ketika kita merasa sulit sekali berkomunikasi dengan seorang atau beberapa rekan kerja. Kita merasa ketika kita bertanya suatu hal, rekan kerja tersebut langsung merasa kita mempertanyakan kinerjanya dan langsung membela dirinya atau malah kemungkinan terburuk meledak ledak (kayak mercon aja .. duarrr) … . Atau mungkin saja, kita bertanya tapi gak nyambung jawabannya .. dan banyak lagi d ‘ yg kerap tjd ketika kita berhadapan dgn orang yg sulit diajak komunikasi.

Kira kira kenapa ya ? Pasti itu yg ada di otak kita… atau justru kita bersungut paling paling lagi dapet tuh orang (walau rekan kerja laki sekalipun).. hmm` enak aja emangnya kalo dapet alias datang bulang orang bakal ngomel ngomel terus… yup probably ! Tapi bukan jaminan toh…

Well.. memang sih ada beberapa tipikal rekan kerja yang emosian, meledak ledak atau juga selalu defence alias menolak dan tersinggungan kalau dikasih saran, pendapat dan semacamnya.. cape d ” kalau gue mah mendingan tidur and ninggalin nih orang, eittsss tapi gimana dung kalau kita punya kerjaan yg emang kudu diselesaikan dgn tipe orang kayak gini… mana bos nunggu hasilnya, yah terpaksa deh komunikasi harus kita lakukan.

Ada beberapa saran yg mungkin aja bisa membantu dalam ngadepin orang ndablek kayak begini:

Intropeksi diri, nah mungkin aja gaya bicara kita bertele-tele atau mungkin  kedengarannya gak enakin ‘ nada sura kita agak tinggi, jadinya si rekan kerja itu mudah tersinggung atau gak nyambung… pernah suatu hari dalam sebuah team building saya mendapat surat gelap dr seorang rekan kerja isinya “mbak kalau bicara jangan seperti orang marah ya ‘ nadanya tinggi terus saya selalu pikir embak lagi marah”.. hmmm akhirnya sejak itu saya coba mengecilkan volume suara ketika bicara dgn siapapun itu..

Cuek belagak innocence... gue jual elo beli, coba pake prinsip itu.. apapun ledakan atau response yg diberikan rekan kerja  kita cuek aja, toh kita udah tahu nagadepin rekan kerja ini bakal dibeginiin, so kuatkan hati aja duluan, dan pasang telinga, mata dan hati badak yg teball bangetdan gak mudah sakit hati.. berpikir seperti anak balita yang sedang lari lari kesana kemari dan menginjak kaki si orang besar tanpa menengok atau hanya tersenyum.

Bawa bahan data dan pendukung lengkap yang kira kita bakal bikin rekan kerja sulit ini gak bisa berkutik lagi, mau ngomel dan marah marah, menolak argumen dgn seribu alasan sekalipun kalau kita bisa menunjukan bahwa dia berada dlm posisi yg salah, maka tak ada alasan lagi untuk merconnya meledak

– sebelum memulai komunikasi seriuz … pujilah lebih dulu, gak salah kan ? Bukannya ngajarin white lies tapi membuat orang bahagia juga kan dapat berkah toh. Puji lebih dulu baju yang dikenakan, atau gaya rambutnya hari itu, dan ajak dalam percakapan rilex t’lebih dulu, ketika komunikasi sudah  mjd lebih relax , gunakan kesempatan untuk melakukan komunikasi kerja yg lebih seriuz

Mungkin itu beberapa tips.. kira kira ada tambahan lain lagi gak dari teman-teman ? yuks share disini…

 

This entry was posted in 1 and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s