Revolusi SDM Menuju MDGs 2015

Oleh : A Ambarini |

KabarIndonesia – Millenium Development Goals (MDG’s) atau tujuan pembangunan millennium adalah upaya untuk memenuhi hak-hak dasar kebutuhan manusia melalui komitmen bersama negara anggota PBB untuk melaksanakan beberapa issu kritis pembangunan, yaitu menanggulangi kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi penyebaran HIV/AIDS, kelestarian lingkungan hidup, serta membangun kemitraan global dalam pembangunan.

Sebagai salah satu anggota PBB, Indonesia memiliki dan ikut melaksanakan komitmen tersebut dalam upaya untuk mensejahterakan masyarakat. Tujuan pembangunan Millenium tersebut ditargetkan untuk dapat dicapai pada tahun 2015. Kita masih punya waktu empat tahun lagi. Sungguh bukan waktu yang panjang. Kampanye MDGs sudah sering kali dilakukan, namun, kedelapan tujuan MDGs tersebut seperti masih di awang-awang. Tujuan tersebut harus diterjemahkan, baik untuk kepentingan pencapaiannya maupun dalam kebutuhan sosialisasinya.

Semua pencapaian komitmen pembangunan millennium harus diimbangi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki juga. Salah satu modal dasar untuk mempercepat pencapaian Millennium Development Goals tersebut dibutuhkan perubahan menyeluruh dan radikal dalam pembangunan SDM Indonesia. Perubahan dan revolusi SDM yang dimiliki ini harus bisa di pahami dalam keterkaitannya dengan perubahan-perubahan sosial yang juga terus terjadi. Walaupun, peningkatan kualiatas SDM ini jauh lebih sulit dibandingkan membangun proyek fisik karena hasilnya akan sangat abstrak dan memerlukan waktu yang cukup lama.

Krisis ekonomi Indonesia di tahun 1997 sangat berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan SDM bangsa ini, dan hingga kini bangsa kita masih terus menerus berupaya menstabilkan kembali kondisi bangsa ini. Krisis ekonomi tersebut menyebabkan angka kemiskinan membengkak di tahun 1998 menjadi 35%, dan akhirnya pada tahun 2010 lalu angka kemiskinan sudah bisa diturunkan menjadi 13,33%. Penurunan yang cukup signifikan setelah usaha yang dilakukan selama puluhan tahun, namun hal itu tetap harus menjadi pekerjaan rumah seluruh komponen bangsa ini dikarenakan  angka kemiskinan ini bersentuhan langsung dengan angka pengangguran di Indonesia yang pada tahun 2010 saja masih mencapai 7,14% dari total jumlah angkatan kerja sebanyak 116,53 juta orang. Itu berarti masih ada 8,32 juta penduduk Indonesia yang masih menganggur.

Dengan orientasi yang difokuskan untuk membangun manusia Indonesia, nantinya kita tidak hanya menjadi penonton orang-orang luar yang mengolah kekayaan alam negeri ini, tetapi justru SDM Indonesia yang akan mengolahnya demi kepentingan bangsa sendiri. Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan berbagai sumber daya alam, pada prakteknya belum bisa mengoptimalkan kekayaan tersebut secara maksimal, karena Indonesia memiliki keterbatasan kualitas SDM. Banyak sumber daya alam bangsa ini tereksploitasi tanpa timbal balik kesejahteraan masyarakat yang setara.  Disisi lain banyak juga SDM Indonesia yang akhirnya harus bekerja di negeri tetangga dengan konsekwensi banyaknya kasus-kasus pelecehan SDM yang bermunculan. Kecenderungan seperti itulah yang harus menjadi isyarat bagi bangsa kita untuk terus menerus belajar dan siap untuk meningkatkan kualitas SDM-nya.

SDM sebagai sebuah asset bangsa harus mampu mengubah pola pikir lama yang tidak relevan dengan tuntutan dan kecenderungan masa depan. Sehingga akan muncul kepribadian yang terbuka, bersemangat dan penuh kreativitas. Banyak SDM bangsa ini yang masih belum mampu mengkespresikan kreativitasnya. Kebanyakan dari SDM yang ada hanya melihat keprofesiannya secara mekanistis sehingga hanya tenggelam dengan rutinitas kerja sehari-hari,  dan memiliki keterbatasan dalam mengekspresikan kreativitas yang ada dalam dirinya. Padahal, dengan adanya kreativitas akan mampu mendorong SDM untuk mampu menangkap fenomena-fenomena perubahan sosial disekitarnya.

Dengan semakin meningkatnya peran dan daya inovasi SDM akan menjadi unsur pokok dalam menentukan keunggulan dan keberhasilan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Sejalan dengan adanya perangkat komunikasi dan teknologi yang selalu bermunculan juga telah menghilangkan batas-batas Negara dan masuk ke kamar-kamar pribadi kita, dan akhirnya menjadi sebuah budaya tanpa bentuk di dalam masyarakat luas. Manusia bisa menjadi manusia segalanya dan serba bisa karena dengan begitu mudahnya bisa mendapatkan banyak informasi yang dibutuhkan, tetapi dengan perangkat ini juga manusia juga bisa menjadi Manusia autis yang asyik dengan dunianya sendiri dan akhirnya terpinggirkan dari kehidupan sosialnya.

Sebagai modal utama bangsa, maka SDM yang cakap harus mampu menjadi Supir yang mampu menyetir  teknologi informasi tersebut, dan bukan malah sebaliknya menjadi budak dari teknologi-teknologi baru yang terus menerus dilahirkan oleh industri-industri kapitalis dunia. Teknologi ini harus mampu dipergunakan SDM bangsa ini untuk menembus batas dunia dan menyerap banyak ilmu-ilmu dunia maju dan mensinergikannya untuk pembangunan bangsa ini. SDM yang handal juga harus dilandasi dengan kepribadian dan kebudayaan bangsa sehingga mampu memaknai pembangunan yang terjadi. Didalam meningkatkan produktivitas SDM, tetap harus menaruh sikap empati dan memiliki hati nurani serta kepekaan sosial kepada orang lain.

Kecerdasan intelektual tidak akan cukup jika tidak di topang oleh kecerdasan emosional bahkan kecerdasan spiritualitas. SDM yang berkualitas tidak hanya mampu memahami dirinya sendiri, namun juga mampu memahami derita dan suara hati orang lain yang selalu menjadi korban ketidakadilan golongan elite. Dengan adanya integritas yang tinggi dan kepekaan serta toleransi terhadap realitas perbedaan bangsa ini, maka SDM juga akan mampu menghadapi semua perpecahan akibat perbedaan. Pada akhirnya SDM ini mempunyai kesiapan untuk menangkap dinamika gerakan-gerakan sosial di masyarakat.

Salah satu cara yang sangat berperan untuk mengembangkan SDM manusia Indonesia ini adalah melalui program pendidikan dan pelatihan serta perluasan akses pada berbagai program pendidikan dan pelatihan tersebut. Dengan cara ini diharapkan kapasitas pengetahuan akan meningkat dan memperbesar potensi SDM bangsa ini. Oleh karena itulah, tuntutan untuk terus menerus melakukan pembelajaran (continuous learning) baik secara formal maupun non-formal sangat bagus diterapkan seluruh lapisan masyarakat dimanapun dan kapanpun.  Saling berbagi dan saling membimbing didalam masyarakat juga bisa dilakukan dan bisa membuka kesempatan bagi masyarakat yang tidak memiliki akses peningkatan pengetahuannya.

Menurut Laporan UNDP (United Nations Development Programmed) di dalam Human Development Report 2010, Indeks pembangunan manusia atau kualitas SDM Indonesia masih berada di urutan ke 108. Jika dibandingkan Negara tetangga terdekat kita yaitu Singapore sudah berada di urutan ke 27. Perbedaan yang cukup luar biasa. Indeks ini dikeluarkan sejak tahun 1990  dengan melihat kemajuan bangsa berdasarkan angka harapan hidup (Longetivity), angka lama pendidikan (knowledgeable)  dan daya beli atau konsumsi perkapita (decent standard of living).

Pengukuran kualitas manusia ini menegaskan bahwa pengembangan SDM secara benar merupakan subjek dari sebuah pembangunan. Sehingga sangat memungkinkan suatu Negara dengan kekayaan yang sangat tinggi  akan memiliki indeks pembangunan manusia yang rendah karena mengesampingkan ketiga komponen didalam indeks tersebut. Pengembangan SDM harus dipahami sebagai sebuah human investment sebuah bangsa. Karena pada akhirnya SDM yang berkualitas akan mampu menghadapi semua tantangan yang harus dihadapi bangsa Indonesia untuk dapat bersaing dalam MDGs 2015. (*)

Artikel terkait juga bisa di temukan di Harian Online Kabar Indonesia, bisa di klik link berikut ini : http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=20&jd=Revolusi+SDM+Menuju+MDGs+2015&dn=20110411134910

This entry was posted in HRM and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s