Pembelajaran berkelanjutan & terus menerus di dalam dunia kerja

Brilliant-Bali-sunset-

Oleh. Ambarini

Pembelajaran berkelanjutan & terus menerus di dalam dunia kerja bisa didapat dari pengalaman-pengalaman dari aktivitas kerja yang dilakukan, bisa juga melalui training formal yang didapat selama bekerja.Pembelajaran berkelanjutan dan terus menerus merupakan integrasi dari pembelajaran dan pengalaman kerja. Banyak orang percaya bahwa melalui pembelajaran manusia bisa menjadi dewasa dan matang – dan pada akhirnya membuat manusia tersebut bernilai di mata masyarakat dan lingkungannya.

Setiap individu bisa memberikan makna yang berbeda terhadap pembelajaran terus menerus yang akan di lakukannya – hal ini bukanlah suatu konsep abstrak melainkan praktek nyata yang menjadi pilihan untuk berkembang. Misalnya saja : seorang manager marketing yang bertanggung jawab terhadap marketing plan di suatu hotel – akan mempelajari masalah-masalah yang mengganggu fleksibilitas dalam pelayanan dan kepuasan tamu yang datang ke hotel tersebut. Disisi lain manager tersebut juga akan berpikir serta mempelajari  ide-ide inovatif yang akan digunakan untuk menghasilkan iklan-iklan yang mampu menarik tamu datang ke hotel tersebut.  Untuk memperkaya ide, manager ini juga mempelajari tipikal tamu yang datang ke hotel tersebut . Bagi manager ini – pembelajaran berkelanjutan & terus menerus yang diterapkan bertujuan agar dirinya mampu menjadi marketing manager yang baik untuk menarik tamu datang ke hotel, memastikan tamu-tamu tersebut puas dengan pelayanan yang sesuai janji dan akhirnya meningkatkan income hotel.  Manager ini tidak memerlukan intruksi terus menerus dari manajemen tetapi mampu mengintegrasikan hal-hal inovatif dalam pekerjaannya dan mampu melihat hal-hal yang perlu dipelajari untuk mendukung pekerjaannya.

Hampir secara keseluruhan semua jenis pekerjaan tanpa terkecuali mulai dari level terendah sampai level tertinggi perlu belajar sesuatu hal baru untuk mendukung menyelesaikan pekerjaanya. Dalam melakukan pekerjaan hendaknya individu bisa mencari suatu tantangan di dalam pekerjaan tersebut dan mempelajari hal-hal yang bisa dipelajari dari tantangan tersebut, karena pada akhirnya hal-hal baru yang dipelajari tersebut akan menambah pengetahuan, ilmu dan kapasitas individu.

Pembelajaran berkelanjutan & terus menerus ini bukanlah suatu perintah atau arahan dari atasan tetapi merupakan pembelajaran yang disadari oleh kemauan diri sendiri untuk belajar dan berkembang. Pada akhirnya akan tercipta suatu kesempatan untuk maju dan mengeksploitasikan kemampuan baru yang kita pelajari. Dalam suatu organisasi – adalah baik apabila seorang line manager juga mampu membantu karyawan mengidentifikasikan hal-hal yang perlu dipelajari karyawannya – tetapi selanjutnya biarkan karyawan tersebut yang terlibat di dalam pembelajaran tersebut.

Pembelajaran berkelanjutan di dalam organisasi juga bukan merupakan tool untuk menyelesaikan semua masalah yang muncul tetapi merupakan sebuah pola pikir – contoh sederhana saja ‘ mari kita pikirkan apa yang telah kita lakukan ?” .. setelah itu kita berpikir “mungkinkah saya bisa menyelesaikan pekerjaan ini dengan lebih efisien?“.. “apa yang bisa saya terapkan sehingga pekerjaan ini menjadi lebih baik hasilnya”.. sehingga proses pembelajaran akhirnya tercipta di dalam diri setiap karyawan. Pembelajaran individu ini juga akhirnya  akan berkontribusi terhadap tim kerja.

Proses terus menerus ini pada akhirnya akan membantu organisasi mencapai tujuan utama organisasi tersebut.

This entry was posted in HRM and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s