Bagaimana membuat karyawan melakukan apa yang perusahaan inginkan ?

Oleh. Ambarinismile

Banyak sekali artikel yang membahas bagaimana caranya membuat karyawan melakukan apa yang perusahaan inginkan, begitu banyak juga teori yang di paparkan dalam artikel-artikel tersebut. Hal itu menunjukan betapa kompleknya faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi karyawan dan betapa rumitnya faktor-faktor yang mampu menggerakkan agar karyawan mau melakukan apa yang diinginkan oleh perusahaan. Apa saja hal-hal sederhana dan tepat sasaran yang dapat memotivasi karyawan? Apakah cukup hanya dengan memberikan gaji yang berada di atas gaji rata-rata kebanyakan? Apakah gaji saja cukup membuat karyawan termotivasi dan loyal terhadap perusahaan? Jawabnya tentu saja tidak.

Dalam artikel ini akan di coba mereview beberapa point yang memiliki hubungan yang kuat dengan memotivasi karyawan dalam sebuah perusahaan.

1. Memberikan pilihan fleksibilitas waktu bekerja di kantor
Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk memotivasi karyawan adalah memberikan kebebasan kepada karyawan untuk fleksibel dalam menyelesaikan pekerjaan di kantor.  Misalnya saja ketika bulan puasa datang maka kantor bisa memberikan fleksibilitas jam mulai dan akhir bekerja bagi karyawan muslim. Atau, bagi karyawan yang menginginkan bisa diberikan fleksibilitas bekerja paruh waktu. Bisa juga perusahaan mendesign karyawan untuk bisa bekerja dari rumah dalam beberapa hari tiap minggunya sepanjang karyawan tersebut bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik.

2.Mengembangkan program-program/rekreasi/hiburan untuk karyawan di luar jam kerja
Hal lain terkait penyelesaian pekerjaan di kantor, adalah mengembangkan program-program rekreasi untuk karyawan dan keluarga di luar jam kerja normal. Misalnya gathering seluruh karyawan dan keluarga rutin 6 bulan sekali atau makan siang bersama dengan seluruh rekan di departemen. Bersama-sama merayakan ulang tahun karyawan juga mampu membina kedekatan hubungan antar karyawan.

3.Mereview gaji karyawan secara rutin
Program untuk mereview gaji karyawan tiap tahunnya bisa dilakukan berdasarakan performance kerja karyawan. Hal ini harus dilakukan secara transparan sehingga tidak menimbukan frustasi bagi karyawan karena merasa diperlakukan tidak adil.

4.Memberikan extra benefit untuk karyawan
Ekstra benefit yang diberikan karyawan sebuah perusahaan tergantung dari kemampuan perusahaan tersebut untuk memberikan yang terbaik bagi karyawannya. Banyak karyawan yang tidak hanya berorientasi “gaji pokok” saja tetapi mereka melihat bagaimana perusahaan mampu menghargai mereka dengan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan semaksimal mungkin. Misalnya saja alokasi laptop dan handphone. Atau kendaraan bagi karyawan di posisi tertentu. Hal lain yang patut diperhatikan perusahaan juga adalah benefit terkait hak karyawan. Ketika karyawan bekerja lebih dari jam kerja normal, maka karyawan tersebut patut mendapatkan haknya untuk mendapatkan lembur. Atau saja ketika karyawan melahirkan maka perusahaan wajib memberikan cuti melahirkan sesuai peraturan perundangan tenaga kerja.

5.Penghargaan dalam hubungan antar manusia
Setiap manusia ingin dihargai. Adalah wajar ketika tiap karyawan dalam posisi serendah apapun itu untuk selalu dihargai. Sangatlah bijak ketika atasan/supervisor  dalam sebuah perusahaan selalu menggarisbawahi “rasa saling menghargai” ini. Misalnya saja ketika atasan memberikan tugas kepada seorang karyawan di posisi di bawahnya maka gunakanlah bahasa yang sopan dan tidak memerintah.

6.Memberikan waktu untuk karyawan untuk refleksi diri
Ada bagusnya di kembangkan suatu program yang mengingatkan kepada karyawan apa alasan utama karyawan tersebut bekerja. Apakah karyawan benar-benar mengenal dirinya sendiri dan percaya kepada orang lain dalam tim kerjanya? Hal ini mampu membantu karyawan menghargai perusahaan yang telah memberikan kesempatan bagi dirinya untuk bekerja dan mengembangkan karirnya.

7.Membina komunikasi
Manjemen suatu organisasi diharapkan mampu mengarahkan karyawan untuk paham apa yang telah dilakukan perusahaan untuk karyawannya dengan terus membina komunikasi dengan seluruh karyawannya. Monitoring rutin atau positif komentar dari supervisor untuk hasil kerja karyawan dapat membantu karyawan terebut untuk menghasilkan yang terbaik dan merasa bahwa hasil kerjanya berguna. Komunikasi dua arah antara manajemen dan karyawan adalah hal yang sangat penting dilakukan sehingga dua kepentingan bisa bertemu dengan pas.

8.Partisipasi karyawan
Pendekatan penyelesaian pekerjaan yang melibatkan karyawan akan membuat karyawan terlibat secara emosional dalam pekerjaan tersebut. Misalnya keterlibatan karyawan dalam pengembangan sebuah kebjakan perusahaan, atau dalam pengambilan keputusan.

9.Konseling/Konsultasi untuk karyawan
Human Resource Departemen dalam sebuah perusahaan harus mampu memberikan ruang dan waktu bagi karyawan untuk berkonsultasi tentang hal-hal yang mengganggu efisiensi dan efektivitas kerja bagi karyawan. Hal ini dapat membantu karyawan keluar dari masalah-masalah yang dihadapi dan tetap fokus dengan pekerjaannya.

This entry was posted in Motivasi Kerja and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s