Pendekatan “Appreciative Inquiry”di dalam Memotivasi Karyawan

Oleh. A. Ambarini

question-markDi dalam melakukan evaluasi kerja “bertanya” merupakan satu hal yang digunakan untuk membantu evaluasi kerja tersebut bisa mencapai hasil maksimal. Model pertanyaan di dalam sebuah evaluasi kerja yang diharapkan adalah pertanyaan kritis yang mampu mengembangkan kemampuan karyawannya untuk mengeksplorasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, atau pertanyaan yang bisa membangkitkan kreativitas karyawan tersebut. Salah satu bentuk pertanyaan yang dapat membantu organisasi menerapkan konsep pembelajaran bagi karyawannya adalah bentuk pertanyaan dengan menggunakan pendekatan Apreciative Inquiry.

Pendekatan Appreciative Inquiry (AI) adalah suatu proses untuk mengidentifikasikan lebih lanjut keputusan terbaik yang bisa dilakukan organisasi untuk pencapaian tujuan organisasi secara maksimal. Preskill & Catsambas (2006) penulis buku Reframing Evaluation Through Appreciative Inquiry berpendapat bahwa AI adalah suatu proses untuk membentuk suatu organisasi yang terdiri dari orang-orang yang memiliki motivasi untuk bekerja dengan baik dan motivasi tinggi. AI tidak hanya berfokus terhadap suatu masalah dan hal-hal yang tidak berjalan dengan baik di organisasi tersebut melainkan memastikan kepada karyawan sebuah organisasi mengenai hal-hal yang telah berjalan dengan baik di dalam organisasi tersebut dan juga memastikan hal terbaik yang dialami oleh karyawan tersebut. Oleh karena itu pendekatan AI merupakan suatu alternatif yang bisa dipergunakan oleh HR department dan supervisor untuk mengembangkan strategi di dalam memotivasi kerja karyawan untuk pencapaian tujuan organisasi. Dengan berfokus terhadap sukses yang telah dialami karyawan maka dipercaya akan berpengaruh terhadap sukses karyawan yang bersangkutan di masa mendatang, dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap performance organisasi.

Konsep AI meyakinkan bahwa bahasa dan kata-kata yang mengarah dan mengingatkan akan sukses yang telah dialami karyawan secara langsung akan terus membangkitkan imajinasi karyawan terhadap sukses yang dialaminya tersebut. Pada akhirnya karyawan mampu melihat kekuatan serta kelemahan dari proses pencapaian sukses tersebut. Selanjutnya, karyawan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya kreativitas dan imaginasinya untuk memperbaiki kekurangan-kekurangannya. Secara tidak langsung hal-hal inilah memicu sukses-sukses di masa yang akan datang dalam pencapaian tujuan organisasi dan juga peningkatan performance karyawan itu sendiri.

Cooperrider (1980) pencetus gagasan AI menemukan bahwa dengan bertanya langsung ke pokok masalah-masalah yang muncul maka akan mengakibatkan karyawan kehilangan motivasi, tetapi sebaliknya ketika di dalam sebuah evaluasi kerja pertanyaan di arahkan ke sukses kerja yang dialami karyawan, maka akan membangkitkan semangat karyawan dalam menceritakan pengalaman suksesnya dan selanjutnya akan berpengaruh terhadap meningkatnya motivasi serta semangat kerja karyawan tersebut.

Apabila karyawan mampu mengingat kembali cerita sukses yang pernah dialami dan mengingat kembali bagaimana sukses mampu terwujud maka pada akhirnya akan memacu karyawan untuk menghasilkan cerita sukses lainnya di kemudian hari. Hal tersebut akan membangkitkan motivasi dari dalam diri karyawan untuk mencapai yang terbaik dalam tugasnya. Preskill & Catsambas (2006) dalam bukunya juga mengungkapkan bahwa motivasi dari dalam akan muncul ketika karyawan mengingat sukses yang pernah dialaminya, sehingga akan menumbuhkan pemikiran positif di dalam diri karyawan tersebut. Motivasi yang muncul dari dalam diri merupakan motivasi yang berkualitas tinggi karena akan mereview kepada proses pembelajaran dari sukses yang lalu, mengurangi beban masalah yang sulit diatasi oleh karyawan dan juga akan membawa karyawan menuju performance dan kualitas kerja yang lebih baik.

Reference:
Preskill, H & Catsambas, T,T 2006, Reframing evaluation through appreciative inquiry, SAGE, California.

This entry was posted in Motivasi Kerja and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Pendekatan “Appreciative Inquiry”di dalam Memotivasi Karyawan

  1. bukik says:

    Appreciative Inquiry adalah metode yang keren, mengajarkan kita bagaimana perubahan yang keren

    kapan ya para praktisi ai bisa sharing pengalaman bareng?

  2. ambarini says:

    ya di Indonesia masih jarang sekali praktisi AI yang share pengalaman bareng . Mungkin kita bisa sama2 share kedepannya🙂

  3. ambarini says:

    Dengan metode AI kita bisa belajar untuk selalu mengapresiasi kekuatan dan kelebihan yg dimiliki setiap orang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s