Bagaimana menjadi “boss/supervisor” yang baik?

Oleh. A. Ambarini

bossTidak semua orang bisa menjadi boss yang baik, tetapi dengan praktek secara langsung, pelatihan yang terus menerus maka seseorang bisa saja menjadi supervisor yang sukses. Berikut beberapa strategi yang bisa dipergunakan agar seseorang bisa menjadi seorang atasan yang baik sesuai yang di harapkan.

Menjadi seorang boss/supervisor diperlukan keahlian yang tergolong “soft skills” dimana diperlukan suatu prinsip dasar untuk bisa menjadi atasan yang efektif. Prinsip dasar tersebut adalah “bagaimana memperlakukan orang lain sesuai dengan apa yang kita harapkan ketika kita diperlakukan oleh orang lain”. Hal tersebut akan menjadi dasar yang utama untuk menjadi atasan yang efektif. Selain itu ada beberapa hal mendasar lain yang perlu diperhatikan ketika kita menjadi seorang atasan.

“Perlakuan yang sama”

Ketika seorang atasan memperlakukan bawahannya maka perlakukanlah secara “equal” dimana tidak ada perbedaan perlakukan satu dengan yang lainnya. Istilahnya tidak ada perlakukan khusus “anak emas” ketika kita menjadi seorang atasan. Perlakukan yang sama ini harus ditunjukan seorang atasan dimanapun sehingga semua karyawan dapat paham bahwa tidak ada perlakuan istimewa terhadap siapapun itu.

“Mengontrol emosional”

Menjadi seorang atasan juga diharapkan memiliki tingkat kontrol emosional yang matang. Seorang atasan diharapkan tidak menegur bawahannya dengan cara yang kasar, berteriak atau memaki walau ditempat yang private sekalipun. Pergunakanlah kata-kata yang manusiawi dengan pendekatan yang disesuaikan tipikal dari karyawan tersebut.

“Pendelegasian yang efektif”

Belajarlah untuk percaya dalam mendelegasikan tugas kepada bawahan. Sesuaikan pendelegasian dengan setiap bawahan yang mendapat delegasi tersebut. Misalnya, seorang karyawan yang sudah bekerja 3 tahun lamanya sudah lebih paham akan tugas dan tidak memerlukan pengawasan yang teramat ketat. Berikan kepercayaan dan batasan waktu penyelesaian kerja tersebut, maka karyawan akan merasa sangat dihargai kemampuannya. Berbeda dengan karyawan baru yang baru mendapat pendelegasian tersebut, tuntunlah dengan arahan-arahan yang jelas, tidak mendikte dan tetap berikan kepercayaan dan tanamkan kepercayaan diri dalam menyelesaikan tugas tersebut.

Dalam memberikan pendelegasian juga tanamkan bahwa kualitas pekerjaan adalah yang utama dan yang diharapkan oleh kita sebagai atasan. Pastikan tingkat kualitas yang tinggi diharapkan dari semua pendelegasian dan sebagai atasan kita harus konsekwen memberikan penilaian atas kualitas ini. Jangan memberikan standar kualitas yang berbeda terhadap tiap karyawan yang mendapatkan delegasi tugas.

“Komunikasi”

Tetap menjaga komunikasi dalah prioritas yang utama. Buatlah pertemuan yang teratur terhadap bawahan baik formal maupun informal untuk membuka jalan komunikasi ini. Pikirlah suatu cara agar karyawan mau dan berani berbicara, bertanya, mengeluarkan pendapatnya. Motivasi karyawan dengan kemampuan yang mereka miliki. Berikan pertanyaan mengenai solusi suatu masalah dan diskusikan secara terbuka. Sebagai atasan yang baik kita juga perlu siap, terbuka dan tanggap untuk meresponse semua pertanyaan, saran dan kekhawatiran karyawan. Dengan komunikasi yang baik, maka bawahan merasa memberikan kontribusi terhadap sukses organisasi (2009)

Artikel juga bisa dibaca di Harian Online Kabar Indonesia :

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=13&jd=Menjadi+Boss%2FSupervisor+yang+Baik&dn=20090424102848

About these ads
This entry was posted in Leadership and tagged . Bookmark the permalink.

10 Responses to Bagaimana menjadi “boss/supervisor” yang baik?

  1. Dnny says:

    Bos yang baik adalah yang memperlakukan manusia sebagaimana manusia…

  2. novi says:

    saya mohon infonya untk lebih mantab menjadi spv yg disukai bawahan

  3. ambarini says:

    Perlakukan bawahan sebagai teman dan mitra kerja ‘ jangan merasa diri kita berada di atas dia. Semua orang pada prinsipnya ingin diperlakukan sama ‘ G luck

  4. ambarini says:

    setuju sekali ..

  5. Anonymous says:

    Terkadang, kita sudah merasa max ϑàή cukup baek trhadap bawahan, namun tetap āĵα Ăϑά celah rasa tidak suka / iri γªπĝ mreka arahkan ke kita sbg supervisor nya

  6. ambarini says:

    Memang seringkali terjadi dalam kerja rasa iri hati tersebut, bagaimanapun dalam dinamika kantor akan selalu diwarnai oleh politik kantor yang berbau, bisa saja suatu hari org tersebut akan mensabotase anda.

    Namun, Kalau sikap negative seseorang spt iri hati itu adalah “hal” yang diluar diri kita dan tidak bisa kita rubah.. ada yg mengatakan jangan bermimpi merubah sifat seseorang anda hanya akan membuang waktu saja, lebih baik gunakan mimpi itu untuk terus menjadi pemimpin yang mempunyai sikap dan berbuat baik, karena pada akhirnya sikap dan kebaikan menjadi pemimpin itu yg akan merubah sifat negative orang tersebut.. si iri hati akan menjadi malu hati dengan sikapnya. .. Rangkul dia ‘ dan lakukan personal approach. Semoga sukses

  7. boby purnama says:

    kadang bnyak yg iri,,swaktu qta bru sja d angkat jd supervisor,,,

  8. ambarini says:

    Yah itulah yang seringkali terjadi dalam dunia nyata. Yang pastinya itu harus menjadi motivasi untuk kita menunjukan bahwa kita pantas menjadi seorang supervisor. Sukses ya

  9. anas says:

    tpi ku baru jadi supervisior , aku kesulitan kontrol emosi n agak sulit pdkt sama bawahan. ada saran gak teman”..? thankz

  10. ambarini says:

    Kestabilan seorang pemimpin mengontrol emosi merupakan landasan dasar untuk menunjukkan kualitas dirinya sebagai pemimpin. Tingkat stres yang tinggi dalam menjalankan kepemimpinan dapat menjadikan seorang pemimpin terserang oleh penyakit jiwa tingkat delapan.. oleh karena itulah seorang pemimpin harus mempunyai sinergitas antara EQ – SQ dan IQ nya .. mengasah kecerdasan emosional bisa dilakukan banyak cara antara lain berempati kepada orang lain, lebih mencoba menghargai dsbnya. G luck ya prend’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s